Ussy Sulistiawaty: Tak Banyak Bicara, Beri Bukti Karya

Kamis, 11 November 2010 15:30
KapanLagi.com
Oleh: Puput Puji Lestari

Ussy Sulistiawaty, ibu dari Ara (4 tahun), seolah memiliki energi yang tidak pernah habis saat di panggung. Di usia 29 tahun, wanita kelahiran Jakarta 13 Juli 1981, Ussy masih tampil girly.

Di usia pernikahannya yang seumur jagung, satu-satunya perempuan dari lima bersaudara ini memilih bercerai. Publik ramai mebicarakannya, tapi Ussy bertahan pada keyakinannya akan kebenaran langkahnya. Terbukti dengan karirnya yang meningkat dari bintang iklan, sinetron, kemudian nyanyi.

Namun, seperti manusia biasa, Ussy pernah merasakan kerikil di langkahnya, terutama sejak sebutan janda mengikutinya. Simak perbincangan kami yang kami lakukan di dalam mobilnya sambil menunggu giliran tampil di salah satu acara di televisi swasta, 2 November 2010 lalu.


Ussy Sulistiawaty

KARIR

  • Kabarnya gimana?
    Kebetulan aku baru pindah label, di Nagaswara. Trus keluarin single baru Cinta Kamu Titik. Rencana album keluar Februari tahun depan.
  • Kok lagunya centil lagi?
    Aku sebenarnya pingin mencoba aliran musik yang baru seperti yang aku lakukan di album kedua. Tapi ternyata masyarakat Indonesia lebih menyukai Ussy yang centil. Yang gaya ABG. Jadi, di album ketiga ini rencananya kembali ke style album pertama dulu.
  • Ada minder nggak mengingat usia sudah 29 tahun?
    Sempat sih kadang mikir wah aku usia 29 dah punya anak pula, masih nyanyi yang lagunya ABG banget. Pingin yang girly, lucu-lucu. Aku nggak bisa jadi dewasa karena emang begitu.
  • Jadi album ketiga nanti konsepnya gimana?
    Konsepnya balik ke yang pertama, sebenarnya sih ceritanya simple, tentang orang yang pacaran. Si pasar yang nggak pernah balesin sms tapi tetap asyik di FB atau Twitter. Sebenarnya sih pingin nyanyi yang seusia dengan aku. Tapi kayaknya nggak bisa. Ada yang bilang aku make up-nya sengaja di bikin centil. Padahal enggak. Aku itu orangnya kalau nggak di panggung biasa banget. Nggak pakai make up.
  • Kenapa pindah ke Nagaswara?
    Waktu itu sama Java memang udah kelar. Kontraknya dua tahun. Kupikir waktu itu aku ingin mencari wadah baru yang memberi tantangan. Di Java itu aku mendapat kenyamanan yang sangat besar, yang membuat aku jadi agak manja gitu. Jadi pas habis kontrak aku mikir udah waktunya nyari rumah baru.
  • Sempat kaget dengan beda manajemen?
    Di Java itu aku diajari banyak sama om Adri, bagaimana memanage karir. Bedanya kalau di Nagaswara artisnya banyak banget. Jadi mesti punya manajemen sendiri. Untungnya aku juga dapat manajemen yang langsung klik. Mereka sangat solid, jadi nggak kerasa ada perbedaan.

BUKAN SINGLE PARENT

  • Cinta adalah?
    Aku nggak percaya cinta ada sekarang. Buat aku cinta itu bisa dibuktikan saat aku sudah tua, renta, dan aku masih sama suamiku itulah cinta. Aku nggak percaya cinta sampai saat nanti benar-benar bisa membuktikannya.
  • Susah nggak menjalani single parent?
    Sebenarnya aku nggak pernah merasa single parent. Karena dalam otak aku itu yang namanya single parent itu ibu sendirian sama anak dan pembantu di rumah sendiri gitu. Nah, kalau aku itu kan tinggal bareng Ara dan keluarga besar. Jadi anakku itu yang jagain ya kakeknya, neneknya, juga om-omnya. Cuma beradaptasi dengan lingkungan luar itu yang membuat aku kadang merasa berat.
    Karena sebutan janda di Indonesia, apalagi di Jakarta, sangat dipandang sebelah mata banget. Kalau duda keluar malam misalnya orang nggak pernah nanyain dari mana, ke mana, sama siapa. Tapi kalau janda suka pada nyampurin urusan. Keluar malam sedikit digunjing. Orang kan nggak pernah tahu kenapa aku mengambil keputusan berpisah. Tapi di satu sisi aku mau nunjukkin ke orang bahwa janda juga punya harga diri. Kalau lagi kesel ya aku numpahin ke jejaring sosial, karena aku bukan orang yang bisa cuap-cuap dengan omongan. Aku ingin orang melihat dan menilai aku kayak apa, hingga akhirnya orang bisa mengerti. Kayak tahun 2007 ngeluarin album, dengan satu anak, orang mencibir aku. Tapi di titik ini aku cuma bisa bilang ini hadiah dari Allah, kalau dulu ngomongin gue ya silahkan gigit jari.
  • Pengalaman beratnya apa?
    Pernah di suatu malam, pas aku lagi jalan sama Ara, ada sekumpulan ibu-ibu berjilbab ngomongin aku pas lewat. Mereka berfikir aku tuli mungkin ya sehingga ngomongin seenaknya. Mereka bilang ‘Eh itu Ussy kan, yang janda itu. Jandanya orang kaya.’ Trus aku samperin aja, ‘Buk, kalau saya menikah karena uang tentu saya tidak akan ceraikan suami saya. Karena pasti bertahan karena uang, jadi bisa foya-foya. Tapi enggak kenyataannya, saya bekerja untuk hidup. Kalau ibu belum bisa berhenti ngomongin orang, mending buka aja jilbabnya. Malu sama jilbab kalau ngomongin orang begini.’ Jadi hal-hal kayak gitu yang bikin aku geregetan dengan sebutan janda. Orang-orang menuduh dengan hal-hal yang nggak pernah mereka tahu.
    Pekerja di dunia entertainment 90% pasti dianggap amburadul. Kalau nggak bisa menjaga diri sendiri pasti juga amburadul. Makanya mesti bisa jaga diri sendiri.
  • Trus Ara sering nyariin ayahnya nggak?
    Ara tahu bapaknya Sugian, karena aku nggak pernah nutup akses bapaknya ke Ara. Tapi karena ke rumah aku, jadi aku selalu minta ngikutin aturan aku. Ara nggak pernah merasa kehilangan kok. Aku juga bilang kalau nggak ada bapak, nggak ada Ara dong. Mungkin ikatan batinnya aja yang kurang sama bapaknya.
  • Cari jodoh lagi?
    Dulu alasan aku menikah adalah karena aku pas di Mekkah, aku minta jodoh sama Allah. Dan pas pulang aku langsung dilamar, aku berfikir dia jawaban doaku. Sekarang sih aku nggak pernah niat mendoakan mencari jodoh. Aku mengalir aja. Karena pembuktian itu di akhir. Orang yang menikah puluhan tahun aja masih ada yang bercerai kan.
  • Trauma dengan cinta?
    Awalnya aku pernah berjanji nggak mau jatuh cinta lagi, pas hamil Ara sendirian dulu. Tapi perasaan cinta itu keluar yang nggak bisa dilarang. Tiba-tiba aku kenal sama Andhika yang beda 5 tahun sama aku tapi aku merasakan sayang dengannya. Kita nggak bisa kan memilih mau dekat dengan siapa.
  • Ara nggak pernah minta menikah lagi?
    Nggak, Ara dah punya semuanya. Jadi tanpa aku ngajarin, dia memang nggak terlalu dekat dengan Papanya. Malah sekarang ini dia dekat dengan Andhika atau adik-adik aku. Aku bisa jamin dia nggak kekurangan kasih sayang makanya dia nggak protes. Aku kalau nggak ada kerjaan, semua urusan Ara aku yang handle. Nganter sekolah, ngaji, les, nemenin tidur. Kalau lagi sama aku, Ara sudah melanggar aturan yang neneknya kasih. Kayak nggak boleh makan coklat. Kalau tidur sama aku kita ngelakuin itu sembunyi-sembunyi di kamar. Ya menikmati hidup. Tapi soal disiplin aku sangat kenceng soal aturan. Soalnya aku takut Ara jadi manja karena banyak kasih sayang dari sekitarnya.


Ussy Sulistiawaty

PERSONAL

  • Impian yang belum terwujud?
    Aku orangnya sangat tidak ambisius. Hidup mengalir aja. Dulu berniat kalau sudah punya uang, aku buka restoran, salon atau tempat usaha. Nggak terpikir untuk nyanyi. Sekarang malah aku sudah punya restoran, nyanyi pula. Jadi nggak banyak omong tapi bertindak. Pingin bikin warung kaki lima yang orang datang karena makanannya enak.
  • Menu andalan?
    Spaghetti kampung. Aku pingin bikin spaghetti yang bisa dinikmati semua orang.
  • Film favorit?
    Film favorit India, 3 Idiots. Film itu penuh dengan mimpi, tapi asyik. Aku sangat suka sekali nonton. Tapi nggak suka dugem. Mau sengantuk apapun diajak nonton ayuk deh.
  • Lagu favorit?
    Hampir semua suka lagu, tapi dari luar aku suka dengerin Muse. Yang aku lihat ketika kita suka satu penyanyi atau band itu akan keikut ke musik kita, makanya aku nggak mau suka banget gitu.
  • Masih ikut les vokal?
    Les vokal dulu memang aku ambil. Kalau aku di kelas vokal mencuri ilmunya. Teknik-tekniknya aku pakai buat nyanyi.
  • Indonesia adalah?
    Indonesia tanah airku. Kadang-kadang aku benci jadi warga Indonesia karena ketidak fokusannya Indonesia. Geregetan deh kalau ke Singapura. Cuma beda laut nggak sampai satu jam saja dari Batam tapi bedanya jauh banget. Bertanya-tanya kenapa Singapura bisa maju di Indonesia enggak ya. Pernah berfikir kalau sepuluh tahun nggak ada kemajuan aku pindah aja deh ke Singapura. Tapi pikiran itu kutepis karena aku tinggal di sini dan cari makan di sini.
  • Green living?
    Bumi ini sekarang makin panas. Jadi untuk hidup dengan serba hijau ya mulai dari diri sendiri. Nggak perlu teriak-teriak nyuruh orang. Kadang ada yang nyuruh orang sehat tapi ngerokok, itu nggak kontradiktif. Nah, kalau sama Ara itu ya aku ngajarin nanam pohon, matiin lampu ketika Ara meninggalkan ruangan.
  • Hadiah terindah?
    Semua bersama Ara itu indah. Buat apapun Ara itu anugerah. Mau sebandel apapun itu aku mensyukuri diberi anak. Kadang kalau aku menjadi keras untuk mendisiplinkan aturan itu kadang aku ngerasa sedih. Paling bandel dia susah makan.
  • Yang membuat bahagia?
    Anak. Ketika aku melihat keluargaku bahagia, aku bahagia. Pokoknya ada satu aja yang miss seperti adikku bolos kemarin itu aku ngerasa sedih. Apalagi kalau anak gue yang sakit. Hal sepele dalam keluargaku itu bisa membuatku bahagia. Karena sampai sekarang aku belum pernah pindah rumah sekalipun. Kemarin pas menikah juga masih tinggal sama mamaku.
  • Kalau bisa balik, apa yang mau diperbaiki?
    Aku ingin nggak keras kepala. Gini, aku nggak pernah menyesal kemarin pernah menikah karena aku punya Ara. Pingin sangat bisa jaga kesehatan, kemarin sakit-sakitan. Jadi pingin doyan makan sayur dan ngurangi junk food.
  • Liburan favorit?
    Aku sering ngajak liburan sekeluarga. Tapi untuk ngirim umroh belum pernah sekeluarga bareng. Karena Ara masih kecil, jadi belum sempat gitu.
  • Yang kamu lakukan untuk membanggakan orang tua?
    Belum pernah membanggakan orang tua ya sampai sekarang. Kita berbuat salah saja mereka pasti memaafkan. Tapi sebagai anak aku ngerasa belum pernah membuat ortuku bangga. (kpl/uji/nat)

About nagaswara

NAGASWARA LABEL, PUBLISHING,ARTIST MANAGEMENT, RADIO TEMEN, MAGAZINE, NSTV, PICTURES, CAFE & RESTO. All about NAGASWARA Business & News Update ...
This entry was posted in Info and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s